Instagram Linkedin
logo menulisID
Kirim Tulisan
logo menulisID
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Olahraga
    • Kesehatan
  • Literasi
    • Review Buku
    • Review Film/Drama
    • English Writing
      • No Grammar Nazi
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerbung
    • Cerpen
  • Opini
  • Liputan Kilat
  • Lomba MenulisID
  • Pojok Sambat
    • Suara Perempuan
    • Suara Pinggiran
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Olahraga
    • Kesehatan
  • Literasi
    • Review Buku
    • Review Film/Drama
    • English Writing
      • No Grammar Nazi
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerbung
    • Cerpen
  • Opini
  • Liputan Kilat
  • Lomba MenulisID
  • Pojok Sambat
    • Suara Perempuan
    • Suara Pinggiran
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Olahraga
    • Kesehatan
  • Literasi
    • Review Buku
    • Review Film/Drama
    • English Writing
      • No Grammar Nazi
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerbung
    • Cerpen
  • Opini
  • Liputan Kilat
  • Lomba MenulisID
  • Pojok Sambat
    • Suara Perempuan
    • Suara Pinggiran
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Entertainment
    • Olahraga
    • Kesehatan
  • Literasi
    • Review Buku
    • Review Film/Drama
    • English Writing
      • No Grammar Nazi
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerbung
    • Cerpen
  • Opini
  • Liputan Kilat
  • Lomba MenulisID
  • Pojok Sambat
    • Suara Perempuan
    • Suara Pinggiran

Sore: Istri dari Masa Depan dan Kesadaran untuk Berubah dari Dalam (SPOILER ALERT)

Okta Wulandari, 3 August 20256 August 2025

Apa jadinya jika kamu bisa kembali ke masa lalu dan bertemu seseorang yang kamu rindukan? Inilah yang dialami tokoh utama dalam film Sore: Istri dari Masa Depan.

Film yang disutradarai oleh Yandy Laurens ini sedang ramai diperbincangkan. Telah ditonton lebih dari 2 juta orang, dan kemungkinan besar akan terus meningkat melihat antusiasme para penonton dan ulasan positif dari pecinta film Indonesia.

Plot Singkat: Cinta, Waktu, dan Usaha yang Tak Pernah Selesai

Film ini mengisahkan perjuangan Sore (Sheila Dara), seorang istri dari masa depan, yang kembali ke masa lalu demi mengubah kebiasaan buruk suaminya, Jonathan (Dion Wiyoko). Selama ratusan kali perjalanan waktu, Sore terus mencoba menghentikan Jonathan dari merokok, minum alkohol, dan hidup tidak sehat. Bahkan ia sampai menguasai bahasa Kroasia karena begitu seringnya mengulang momen yang sama.Namun, meski sudah mencoba segalanya, Jonathan tetap kembali ke kebiasaan lamanya. Upaya Sore tidak membuahkan hasil. Ini menyadarkan kita pada kenyataan pahit: perubahan tidak bisa dipaksakan.

Perubahan Tak Bisa Dipaksakan, Bahkan oleh Orang yang Kita Cintai

Source: Cerita Films

Sore terus mencoba tersenyum setiap kali Jonathan bingung melihatnya datang. Tapi seiring waktu, Sore tidak bisa lagi menyembunyikan kesedihannya. Meskipun motivasi Sore kuat—karena cinta dan rasa takut kehilangan—usaha itu tak pernah cukup untuk mengubah Jonathan.Ketika Sore akhirnya marah dan membuka rahasia masa depan, siklus waktu kembali terulang dari awal. Ini mengilustrasikan bahwa perubahan yang dipicu dari luar, apalagi lewat tekanan, tak akan bertahan lama.

Kesadaran Diri: Kunci untuk Tumbuh dan Pulih

Source: Cerita Films

Ada satu adegan saat Jonathan sembunyi-sembunyi merokok. Hal ini menunjukkan bahwa selama keinginan untuk berubah tidak muncul dari dalam diri sendiri, perubahan itu rapuh dan mudah goyah. Dalam teori psikologi yang dikemukakan oleh Deci & Ryan (2000), perubahan positif hanya dapat terjadi ketika seseorang terdorong secara intrinsik, bukan karena tekanan eksternal. Perubahan Jonathan selama ini berasal dari keinginan Sore, bukan dari dalam dirinya. Namun saat Jonathan mulai menyadari kesalahannya, ia mulai berubah. Ia berhenti merokok dan minum alkohol, mulai berolahraga, dan memaafkan masa lalunya—termasuk ayahnya yang pernah meninggalkannya. Kesadaran diri inilah yang awal menjadi dari proses pemulihan dan pertumbuhan.

Peran Pasangan Bukan Mengubah, Tapi Mendukung

Source: Cerita Films

Cinta yang besar membuat waktu memberi Sore kesempatan untuk kembali. Tapi bukan untuk mengatur atau memaksa Jonathan, melainkan untuk mencintai dan mendukungnya. Saat Sore mengetahui luka batin yang dialami Jonathan, ia mulai berhenti memaksanya untuk berubah. Ia sadar bahwa perannya bukan sebagai pengendali hidup Jonathan, melainkan sebagai pendamping yang memberikan ruang aman untuk bertumbuh.

Pelajaran dari Film Sore

Source: Cerita Films

Dari Sore, kita belajar bahwa kita tak bisa memaksa orang yang kita cintai untuk berubah. Tugas kita adalah memberi dukungan, bukan mengambil alih prosesnya. Perubahan sejati hanya bisa lahir dari kesadaran dalam diri masing-masing.

Dari Jonathan, kita belajar untuk lebih menghargai orang-orang yang tetap tinggal dan terus mengingatkan kita. Tak ada manusia yang sempurna—bahkan Sore pun punya kekurangan—tetapi dengan saling memahami dan bertumbuh bersama, mereka belajar menjadi versi terbaik dari diri masing-masing.

Kalau kamu belum nonton, yuk segera ke bioskop dan Saksikan Sore: Istri dari Masa Depan. Selain sarat pesan kehidupan, film ini juga menyuguhkan visual indah dari Kroasia, Finlandia, dan Indonesia. Ajak pasangan atau sahabatmu, lalu berdiskusikan: Apakah cinta bisa mengubah segalanya? Atau hanya kesadaran diri yang bisa? Atau kamu sudah nonton? Ceritakan pendapatmu di kolom komentar ya!

Referensi

Deci, EL, & Ryan, RM (2000). “Apa” dan “mengapa” dalam mengejar tujuan: Kebutuhan manusia dan penentuan nasib sendiri dalam perilaku. Psychological Inquiry, 11(4), 227–268. https://doi.org/10.1207/S15327965PLI1104_01

Post Views: 1,243
Review Entertainment Dion WiyokoIstriMasa DepanRelationshipSheila DaraSore

Post navigation

Previous post
Next post

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Populer

  • Mengapa Kita Perlu Berhenti Sembarangan Menyebut Laki-Laki “Boti” by Teman Menulis
  • Perempuan Harta Karun Negara by Teman Menulis
  • State Negligence: Rapor Merah Perlindungan Perempuan Pada Kasus YTR by Teman Menulis
  • Review Film After Everything (2023): Happy Ending, Tapi Kurang Memuaskan? by Riska Nur Safitri
  • Konflik Warisan dalam Keluarga Matrilineal Minangkabau: Refleksi Kritis Tentang Ketidakadilan Gender dan Relasi Kuasa Dalam Keluarga  by Teman Menulis

Pilihan Editor

Terbit Mini Edisi ke-26: Bedah Buku dan Stand Up Poetry dalam Acara Saung Rasa

Terbit Mini Edisi ke-26: Bedah Buku dan Stand Up Poetry dalam Acara Saung Rasa

Anniversary MBAF Ke-13 Bangkitkan Sastra Lokal pada Anak Lewat Lomba Mewarnai Cerita Budaya Jawa Timur 

Anniversary MBAF Ke-13 Bangkitkan Sastra Lokal pada Anak Lewat Lomba Mewarnai Cerita Budaya Jawa Timur 

Kelas Menulis: Menentang Stigma Lewat Tulisan

Kelas Menulis: Menentang Stigma Lewat Tulisan

Matematika Kebahagiaan

Matematika Kebahagiaan

Tak Ada Yang Bisa Menyembuhkanmu Selain Dirimu

Tak Ada Yang Bisa Menyembuhkanmu Selain Dirimu

logo menulisID
Instagram Linkedin

Bagikan Karyamu Sekarang!

Kirim Tulisan
Komunitas
  • Home
  • Events
  • Tentang Kami
  • Dukung Kami
  • Panduan Penulisan
  • Disclaimer
  • Home
  • Events
  • Tentang Kami
  • Dukung Kami
  • Panduan Penulisan
  • Disclaimer
Kategori
  • Review
  • Opini
  • Sastra
  • English Writing
  • Liputan Kilat
  • Review
  • Opini
  • Sastra
  • English Writing
  • Liputan Kilat
Kontak Kami
Surabaya, Jawa Timur Indonesia
[email protected]
Copyright © 2025 MenulisID