Isu Kucing Liar di Perumahan Modern Picu Kericuhan Warga
kucing liar

Surabaya – Peningkatan populasi kucing liar merajalela di lingkungan perumahan. Terutama kucing liar yang sekarang mulai tersebar di perumahan modern (elite). Kehadiran kucing liar di perumahan bagi orang penyayang binatang membawa senyuman karena kelucuan sang kucing.

Kucing liar dalam kehidupannya sering kelaparan. Ini yang membuat mereka memasuki rumah warga untuk mencari atau mencuri makanan. Ada banyak warga yang mengasihi sehingga memberi makan kucing liar tersebut.

Beberapa kucing liar memutuskan untuk tinggal di sekitaran perumahan karena merasa nyaman dengan keberadaan warga. Di sisi lain, ada beberapa warga yang merasa terganggu atas kehadiran kucing liar. Sebenarnya, apa itu kucing liar?

Dilansir dari Halodoc, kucing liar adalah kucing yang hampir tidak pernah melakukan kontak dengan manusia. Mereka cenderung hidup menyendiri di jalanan dan akan lari ketika berpapasan dengan manusia.

Tentu saja kucing liar menimbulkan berbagai dampak negatif. Seperti gangguan penyakit, masalah kebersihan, hingga konflik sosial. Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perairan, populasi kucing di Indonesia telah mencapai 2,8 juta ekor.

Akhir-akhir ini terjadi kericuhan warga terkait dengan isu meledaknya populasi kucing liar di perumahan warga. Peristiwa ini terjadi sejak bulan Juni 2025. Para warga yang resah akan keberadaan kucing liar berasal dari perumahan modern yang elite.

Baca juga: Persiapan Wajib Sebelum Memutuskan Pelihara Kucing

Kucing Liar Merusak dan Mengotori Properti Rumah

“Di RT-ku banyak yang benci kucing liar karena mengganggu seperti mencakar mobil dan buang air besar di mana saja,” ujar warga. Kucing liar tidak memiliki tempat tinggal. Mereka sering diam-diam menyusup ke halaman rumah untuk mencari makanan.

Tidak ada pilihan lain bagi para kucing liar mencari tempat nyaman untuk membuang kotoran. Maka dari itu, mereka memilih untuk membuang kotoran di sekitaran rumah warga karena mereka pikir bahwa itu merupakan tempat yang paling aman.

Sumber: Freepik

Kucing liar juga cenderung membuang kotoran untuk menandai wilayah kekuasaan mereka. Bau dari kotoran tersebut untuk memberi tahu kepada kucing lain bahwa wilayah tersebut sudah diklaim. Apalagi ada sumber makanan di rumah, pastinya kucing liar akan tertarik dan sering berkunjung untuk memenuhi kebutuhan mereka.

“Kucing liar yang lapar akan mengacak-ngacak plastik sampah, sehingga warga umumnya marah. Kan memang gitu kucing liar, manusia ini gimana, sih? Serba salah aja,” ujar warga lain.

Kucing liar pastinya kotor dan berperilaku liar. Kucing tidak bisa bertanggung jawab karena mereka tidak mempunyai akal budi seperti manusia. Perilaku-perilaku liar tersebut merupakan khas kucing liar, para warga harus memahami hal tersebut dan mencari solusi terbaik agar hal itu tidak terjadi lagi.

Dampak terhadap Rantai Makanan

Beberapa warga yang tidak suka kehadiran kucing liar berniat menyingkirkan mereka. Saksi yang mendengar hal itu berkata, “Padahal ada kucing juga tidak ada tikus yang merajalela di
jalanan. Nanti kalau tidak ada kucing mereka rasain akan banyak tikus tiba-tiba,” ungkap warga kesal.

Sumber: Freepik

“Tikus-tikus besar banyak di sekitaran perumahan, karena ada beberapa kucing sekarang sudah tidak pernah lihat tikus lagi,” ujar warga lain.

Ujaran itu benar, kucing sangat berdampak pada rantai makanan. Keseimbangan ekosistem dikendalikan oleh kucing. Hilang satu makhluk hidup, terjadilah kekacauan. Kucing liar mengendalikan populasi hama seperti tikus, serangga, burung, dan ular.

“Sempat beberapa kali rumah warga kemasukan ular. Ada yang pelihara burung berbulu indah, mergokin burungnya dimakan sama ular. Sebenarnya, ada kucing juga bisa mengurangi ular masuk kawasan,” terang warga lainnya.

Banyak warga juga terganggu atas kehadiran ular, bahkan ada yang memangsa hewan peliharaan warga. Kucing liar menyerang dan memakan ular, sehingga dapat mengendalikan populasinya. Secara tidak langsung, kucing liar dapat mengurangi risiko gigitan ular pada manusia. Kucing liar memiliki manfaat untuk mencegah gangguan yang disebabkan oleh hama.

Baca juga: Martabat Hewan Kucing Dalam Budaya Mesir Kuno

Larangan Warga Beri Makan Kucing Liar

“Ada tetangga yang baik hati memberi makan kucing liar, dia malah dikecam oleh warga lain. Katanya membuat lingkungan kotor dan mengundang kucing liar semakin banyak datang,” komentar salah satu warga.

Ada pula warga yang berbelas kasih pada kucing liar yang kelaparan. Memberi makan merupakan salah satu contoh untuk membantu kucing liar bertahan. Di sisi lain, ada beberapa warga malah merasa terganggu dan berasumsi bahwa memberi makan kucing adalah suatu hal terlarang.

Apakah memberi makan kucing liar adalah hal yang salah? Tentu saja tidak. Ada kejadian seorang warga dihampiri para kucing liar. Warga tersebut memutuskan untuk memberi makan dan minum. Keesokan harinya, kucing tersebut menghampiri rumahnya untuk meminta makan. Peristiwa itu berlanjut terus menerus.

Jika kucing merasa nyaman dengan tempatnya pasti menghabiskan waktunya di tempat itu. Kehadiran kucing liar tersebut membuat tetangga terganggu. Tetangga marah besar akibat kotoran dimana-mana yang memang bukan penyayang binatang.

Sumber: Canva

Tak lama kemudian, ada satu kucing mempunyai anak. Induk kucing menyimpan anak-anaknya di sekitaran rumah tetangga. Tetangga mengetahui bahwa ada anak kucing, ia langsung marah dan menyiramkan air kepada anak kucing tersebut. Lalu, tetangga menghampiri rumah warga yang sering memberi makan kepada kucing. Ia marah besar dan sempat mengecam warga itu.

Kemudian, tetangga memasang CCTV dan mengarahkannya untuk mengawasi rumah warga tersebut. Perilaku itu tentu menyebabkan ketidaknyamanan antara manusia yang sebenarnya dapat dicari solusi bersama tanpa harus mengecam.

Foto CCTV di Langit-Langit Rumah Tetangga

Kejadian ini sering terjadi di lingkungan perumahan. Ada yang membuat surat edaran tentang larangan memberi makan kucing liar. Sebenarnya, larangan memberi makan pada kucing termasuk juga membunuh kucing secara perlahan.

Solusi Masalah

Agar kericuhan tidak terjadi lagi, ada beberapa cara untuk mengatasi hal ini sebagai berikut.

  • Pelaksanaan sterilisasi pada kucing di area perumahan
  • Mengubah tekstur tanah/permukaan halaman
  • Menggunakan aroma yang tidak disukai kucing
  • Menggunakan tanaman pengusir kucing
  • Tutup area yang bisa jadi tempat berlindung

Dari kericuhan yang timbul akibat kucing liar di perumahan modern, tentu menghadirkan masalah. Kucing liar dipandang kotor dan sumber penyakit. Faktanya mereka hanyalah makhluk hidup yang kelaparan dan butuh kepedulian banyak orang. Ada banyak cara untuk mengatasi masalah-masalah tersebut tanpa harus menyakiti mereka.

Semoga sikap peduli dan kasih sayang dapat para warga terapkan pada kucing liar yang berdatangan di perumahan, karena mereka diciptakan dan hadir di lingkungan manusia untuk menjaga keseimbangan ekosistem.

    Share Artikel Ini

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Artikel Lainnya