Review Novel Omniscient Reader’s Viewpoint: Ketika Satu-Satunya Pembaca Menjadi Kunci Dunia
novel omniscient reader's viewpoint

“Imagine your favorite novel turned into a reality. Well, that’s what happened Omniscient Reader’s Viewpoint,” komentar pengguna fandom.

Bayangkan jika dunia dalam novel favoritmu tiba-tiba menjadi kenyataan. Itulah yang terjadi di sebuah webnovel Korea karya duo penulis Sing Shong. Cerita ini pertama kali diterbitkan secara daring pada 6 Januari 2018 dan selesai pada 2 Februari 2020.

Kim Dokja adalah satu-satunya pembaca setia novel Three Ways to Survive the Apocalypse. Novel itu telah ia ikuti selama bertahun-tahun, hingga tiba-tiba dunia nyata berubah menjadi seperti dalam cerita tersebut, dia jadi satu-satunya harapan untuk mengarahkan dunia supaya tidak hancur total.

It was a story written for me and only me,” ucap Kim Dokja.

Novel Omniscient Reader’s Viewpoint Bukan Sekedar Fantasi Biasa

Banyak novel fantasi apokaliptik dengan sistem game atau leveling, tetapi novel ORV ini punya rasa yang berbeda. Cerita ini bukan hanya soal kekuatan, tapi lebih jauh ke hubungan antarmanusia, pengorbanan, dan pilihan.

Sumber: Pinterest

“It was an ordinary person with ordinary skills, but even so, this didn’t mean I could only do ordinary things.”

Kim Dokja tahu jalannya cerita, tapi kenyataannya jauh dari mudah. Dia harus memutuskan untuk tetap mengikuti alur novel atau menciptakan jalannya sendiri, walau penuh dengan risiko. Pilihan yang ia ambil selalu datang dengan konsekuensi dan kadang juga kehilangan.

Yoo Joonghyuk, tokoh utama dari novel asli, jadi partner (dan saingan) Dokja dalam bertahan hidup. Hubungan mereka penuh dinamika yang aneh tapi bikin candu, kadang brutal, kadang bikin haru. Tapi yang paling mencuri perhatian banyak pembaca adalah Sooyoung.

Han Sooyoung bukan tokoh protagonis, bahkan bisa dibilang awalnya cukup menyebalkan. Tapi justru itulah kekuatannya. Dia penulis, pemberontak, dan cerminan dari seseorang yang tahu bagaimana cerita harus dibentuk dengan darah, kegigihan, dan banyak hal yang tidak sempurna.

If this story can really save you, then I’ll keep writing the epilogue for you untill the end of time,” kata Han Sooyoung.

Baca juga: Review Buku Kimchi Confessions: Bukan K-Drama, Realitas Sekolah di Korea

Hal Menarik dari Novel Omniscient Reader’s Viewpoint

Hal yang paling aku suka dari novel ORV bukan sekedar cerita tentang orang kuat atau jagoan instan. Kim Dokja adalah pembaca biasa, seseorang yang paham cerita dan tahu kapan harus melangkah, bahkan ketika seluruh dunia menolak percaya padanya.

Sumber: Pinterest

Han Sooyoung juga jadi karakter favoritku. Karakternya sinis, brutal, tapi punya sisi lembut yang hanya muncul untuk orang-orang tertentu. Di antara semua karakter, dia yang paling mewakili suara kita, pembaca yang ingin mengubah narasi.

Novel ini penuh dengan momen yang membuatmu akan bertanya, “Apakah kita cuma mengikuti skrip hidup? Atau kita bisa jadi penulis kisah kita sendiri?”

Bagaimana dengan akhir cerita? Jangan ditanya. Emosional banget. Aku sempat nangis dan aku ternyata aku tidak sendiri. Banyak pembaca menganggap novel ORV punya salah satu ending paling berkesan.

“The story changed every time I read it. The story wouldn’t end unless the reader gave up on the story.”

Meskipun cerita ini terdiri dari 500+ bab, konfliknya tetap terasa segar, nggak repetitif, dan tetap menyentuh.

Penilaian Penulis

Ini bukan sekadar novel survival atau fantasi. Ini adalah surat cinta untuk pembaca, untuk semua orang yang merasa biasa, tapi diam-diam membawa perubahan besar. Kalau kamu merasa bukan siapa-siapa, bacalah novel ORV. Mungkin kamu akan sadar bahwa kamu punya cerita yang layak ditulis. Seperti kata Han Sooyoung, “Aku akan terus menulis, bahkan ketika kamu sudah lupa. Karena kisahmu pantas punya akhir.

Baca juga: Review Drama Korea: Goodbye Earth (2024): Ketika Asteroid Datang Tanpa Diundang

Share Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya