Review Buku Kimchi Confessions: Bukan K-Drama, Realitas Sekolah di Korea)
Review Buku Kimchi Confessions: Bukan K-Drama, Realitas Sekolah di Korea Karya Xaviera Putri

Pernah nggak sih kalian kepikiran buat sekolah di luar negeri? Kalau pernah, mungkin buku yang satu ini bakal cocok buat kamu! Yap! Buku Kimchi Confenssion karya Xaviera Putri.

Siapa sih yang nggak kenal Xaviera? Selain seorang content creator, Xaviera juga merupakan peserta COC (Clash of Champion) season 1. Konten-kontennya banyak membahas seputar self-development dan technology. Xaviera juga merupakan fresh graduate dari Universitas KAIST (Korea Advanced Institute of Science and Technology) yang diadakan oleh Ruangguru. Mungkin, segitu aja kali, ya, perkenalannya. Kalau mau kenal lebih dekat, jangan lupa cek konten-kontennya di akun instagram miliknya, ya!

Di buku ini Xaviera menceritakan pengalamannya selama bersekolah di SMA bergengsi di Korea. Bayangin, masih SMA, tapi berani ke negara asing dan nggak ada orang yang kita kenal. Di buku ini, Xaviera juga membahas seputar study tips, beasiswa ke luar negeri, serta mindset yang Xaviera bangun selama merantau di sana.

Sinopsis Buku Kimchi Confessions

Sejak kecil, Xaviera selalu penasaran dan suka mencoba hal baru. Ini yang membuat ia menjadi tertarik untuk belajar di luar negeri. Berawal ketika SMP, Xaviera rajin mencari beasiswa luar negeri di internet, dan ia pun menemukan beasiswa SMA di Korea. Akhirnya, ia coba untuk mendaftar dan mengikuti seleksi beasiswa itu. Walaupun sempat gagal, Xaviera tetap mencoba lagi dan hasilnya, ia diterima. Betapa senangnya ia ketika melihat hasil pengumuman beasiswa itu.

Saat ini, belajar di luar negeri bukan hanya mimpi lagi. Dan, dimulailah chapter kehidupan baru bagi Xaviera. Sampai di Korea, banyak sekali hal-hal baru yang Xaviera dapatkan di sana. Mulai dari merasakan bagaimana hidup di lingkungan minoritas, belajar bahasa Korea, hingga mengalami culture shock terhadap budaya dan sistem belajar di Korea.

Walaupun tidak mudah hidup sebagai anak rantau, apalagi sebagai WNA dan seorang muslim, Xaviera tetap menjalaninya dengan bahagia. Dengan dukungan dari orang-orang terdekatnya, ia berhasil melewati rintangan-rintangan dalam hidupnya. Banyak pelajaran yang Xaviera ambil selama belajar di sana. Ia selalu menyinggung akan pentingnya inisiatif.

Inisiatif dalam mengomunikasikan keinginan dan kebutuhannya. Sebagai seorang muslim yang hidup di lingkungan minoritas, sangat penting untuk mengomunikasikan kebutuhan kita seperti waktu dan tempat beribadah, serta makanan dan minuman halal.

Xaviera juga selalu memastikan bahwa hak-haknya sebagai murid internasional terpenuhi. Selain itu, Xaviera juga menyinggung tentang orang tuanya yang selalu menjunjung tinggi pendidikan. Hal ini menjadi dorongan kuat dalam hidupnya untuk selalu mementingkan pendidikan. Ini juga yang membuat ia sadar betapa besarnya kekuatan pendidikan ke kehidupan seseorang jika digunakan dengan benar.

Baca juga: 7 Restoran Muslim Friendly di Korea Selatan, Turis Wajib Tahu!

Pelajaran yang Bisa Diambil

1. Pentingnya Peran Orang Tua

Penting Peran dan Dukungan Orang Tua Bagi Anak (sumber: Canva)

Salah satu hal menarik yang bisa diambil dari buku ini, yaitu betapa pentingnya peran orang tua dalam proses pendidikan seorang anak. Tidak hanya hadir untuk memberi dukungan, namun hadir secara utuh
untuk anak-anaknya.

Xaviera sendiri menceritakan bagaimana orang tuanya sangat mendukung dirinya ketika ia memutuskan untuk pergi ke luar negeri. Prinsip orang tuanya yang selalu menjunjung tinggi pendidikan akhirnya menjadi dorongan kuat dalam hidupnya untuk selalu mementingkan pendidikan.

2. If You Work Something, Work For It

Sumber: Canva

Kutipan ini adalah mindset yang selalu Xaviera pegang sejak kecil. Jika kita ingin mendapatkan hasil yang luar biasa, kita perlu proses yang luar biasa juga untuk mendapatkannya.

Jadi, jangan males-males lagi ,ya, sekarang. Bangun dan mulai aja dulu. Urusan gagal, itu belakangan. Yang penting kita udah berani buat mencoba.

3. Insecurity

Sumber: Canva

Ketika pertama kali tiba di Korea, Xaviera sempat tidak percaya diri dan selalu membandingkan dirinya
dengan orang lain. Akhirnya ia mengubah mindset-nya untuk berhenti membandingkan dirinya dengan orang lain.

Dalam hidup, pasti akan selalu ada perbandingan. Daripada memikirkan orang lain, fokus aja ke diri kita masing-masing. Lakukan yang terbaik sebisa kita sampai tujuan kita tercapai. The world is unfair, but we can do our best to make it kind.

Baca juga: Bingung Pilih Jurusan? Ini Dia 5 Tips Memilih Jurusan Kuliah yang Tepat

    Penilaian Buku Kimchi Confessions

    Buku ini ditulis dengan bahasa yang santai sehingga mudah dimengerti dan membuat saya sendiri pun merasa seperti “didongengin”. Selain itu, banyak kutipan yang memiliki makna dalam untuk kehidupan kita.

    Menurut saya, buku ini sudah bagus dan mudah dicerna, tetapi masih terdapat beberapa kata tidak baku. Sepertinya karena buku ini memang ditulis dengan bahasa yang santai, kata tersebut tidak jadi masalah.

    Rekomendasi

    Bagi kalian yang punya rencana untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri, buku ini cocok banget buat dijadikan bekal persiapan kalian sebelum pergi. Karena banyak cerita yang bisa nambah insight untukmu.

    Sumber foto: Instagram @xavieraaputi

    “Kalian di sana yang sedang mengejar mimpi, merantau, ingin merantau, akan merantau, ataupun sudah merantau, dimanapun kalian berada, jika suatu saat kalian merasa sendiri, aku harap buku ini bisa menjadi sepiring kimchi yang bisa kalian ajak berbicara. Sebuah piring kimchi yang mengingatkan kalian kalau, Semua akan baik-baik saja.” – Xaviera Putri

    Share Artikel Ini

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Artikel Lainnya