Kamu ngerasa tulisanmu secara teknis sudah bagus? Tapi bingung kenapa belum ada brand yang mengajak untuk berkolaborasi? Mungkin ada strategi konten yang kamu lupakan—termasuk bagaimana membangun personal branding untuk penulis secara konsisten.
Banyak orang yang bisa menulis, tapi belum tahu bagaimana cara agar tulisannya menarik perhatian sehingga dapat dilirik oleh brand. Nyatanya, di era digital seperti sekarang ini, menulis konten bukan cuma soal viral atau berapa banyak jumlah likes, namun juga tentang bagaimana sebuah tulisan menemukan pembacanya serta memberikan dampak.
Singkatnya, untuk menarik perhatian sebuah brand, kamu harus memiliki keunikan sehingga terlihat berbeda dari yang lain. Keunikan merupakan daya tarik utama—baik dari segi gaya penyampaianmu, sudut pandang, atau nilai yang kamu bawa. Unik berarti juga mudah diingat. Dengan ini, brand pun akan lebih tertarik pada penulis yang memiliki karakter kuat dan konsisten.
Kalau kamu sudah merasa tulisanmu baik secara teknis namun belum juga ada brand yang melirik, mungkin kamu belum menerapkan strategi konten dan personal branding yang tepat. Berikut 6 Strategi Konten agar Tulisanmu Dilirik Brand Melalui Personal Branding yang Kuat!
Baca Juga: Identitas Digital untuk Unlock Potensi Diri, Caranya?
6 Strategi Konten agar Tulisanmu Dilirik Brand

1. Pahami Siapa Audiensmu
Mengapa menentukan target audiens dan niche itu penting? Sebelum berharap tulisanmu akan dilirik oleh brand, ketahuilah siapa yang kamu ajak bicara agar nyambung dan tepat sasaran. Selain itu, brand juga lebih tertarik bekerja sama dengan penulis atau kreator yang mempunyai audiens jelas dan konsisten, agar mereka tahu bahwa audiens kamu sesuai dengan produk/jasa yang kamu tawarkan.
Niche adalah topik spesifik yang kamu kuasai dan konsisten kamu tulis, sedangkan target audience adalah kelompok orang yang kemungkinan besar akan tertarik dan mendapatkan manfaat dari tulisanmu.
Misalnya:
- Kamu suka menulis tentang pengembangan diri untuk remaja yang menuju dewasa, berarti targetmu adalah pelajar SMA, mahasiswa, atau fresh graduate.
- Kamu suka membuat konten tentang makeup dan kecantikan, targetmu bisa jadi remaja perempuan hingga usia 30-an.
2. Bangun Gaya Tulisan/Konten yang Konsisten
Gaya tulisan ibarat ciri khas yang dapat membedakan kamu dengan penulis lainnya. Hal ini penting karena brand ingin bekerja sama dengan penulis/kreator yang punya karakter kuat. Gaya yang konsisten akan membangun kepercayaan pembaca, sehingga brand akan mudah masuk lewat tulisanmu tanpa terasa seperti jualan.
Ini lah alasan kenapa konsistensi gaya tulisan nggak bisa diabaikan, karena dari situlah identitas dan personal branding-mu terbentuk. Ada yang punya ciri khas sarkas tapi cerdas, jenaka dan jujur, edukatif dan terstruktur, dan masih banyak lagi.
Kamu nggak perlu khawatir, semakin sering kamu menulis, semakin jelas gaya tulisanmu. Selanjutnya, tinggal konsistensi karena dari hal itu brand atau audiens akan mengenalmu.
3. Tampilkan Personal Branding Melalui Tulisan
Personal branding bukan hanya “kamu ingin dikenal sebagai apa”, tetapi juga bagaimana kamu memperkenalkan diri lewat kata-kata yang kamu pilih, cara kamu menyampaikan pesan, dan topik apa yang kamu angkat secara konsisten.
Tulisanmu bisa menjadi gambaran untuk menunjukan siapa dirimu dan apa yang ingin kamu bagikan. Misalnya, kalau kamu sering menulis tentang pengembangan diri dengan gaya yang santai dan friendly, audiens akan menangkap bahwa kamu memiliki karakter yang suportif dan terbuka, dan hal itu lah yang telah menjadi bagian dari personal branding.
Personal branding akan membuat dirimu mudah diingat. Bahkan, tanpa menyebut nama, audiens bisa langsung mengenali hanya dari gaya penyampaian atau gaya tulisannya.

4. Buat Tulisanmu Bermakna, Bukan Sekedar Kata
Menulis bukan hanya sekedar merangkai kata-kata agar enak dibaca, tetapi juga apa yang bisa kamu berikan melalui tulisanmu dan memiliki value yang jelas. Value yang dimaksud bisa berupa solusi atas masalah audiens, sudut pandangmu atas sebuah isu, atau emosi yang membuat audiens merasa “relate”.
Ketika tulisanmu memiliki value, maka hal itu juga dapat membangun koneksi dengan audiens-mu, sehingga brand akan tertarik dengan penulis yang memiliki pengaruh, bukan hanya dapat menulis dengan rapi. Semakin kuat value dari tulisanmu, makin besar peluang buat menarik pembaca dan dilirik brand yang sejalan dengan isi pesanmu.
5. Bangun Portofolio Tulisan Digital
Brand atau klien nggak hanya ingin tahu siapa dirimu, tetapi juga ingin melihat track record dan gaya menulismu secara langsung. Maka dari itu, buatlah portofolio tulisan digital yang bisa diakses kapan saja dan mudah dibagikan.
Jika kamu belum memiliki pengalaman profesional, bisa dimulai dengan membuat self-project seperti menulis di blog pribadi, Menulis.ID, atau membuat konten edukatif/sederhana di sosial media. Pilih platform yang kamu nyaman gunakan dan bisa menampilkan karya dengan rapi.
Konsistensi topik diperlukan agar memperkuat niche dan menunjukkan kalau kamu serius di bidang tersebut. Portofolio tulisan digital bisa kamu cantumkan di highlight Instagram, atau menautkan link portofolio di bio sosial media.
Intinya, jangan terlalu lama menunggu bola datang ke arahmu, terkadang peluang justru muncul saat kamu aktif menjemputnya lewat portofolio yang kamu bangun. Semangat terus ya!
6. Kolaborasi Kecil Sebagai Awal
Agar kamu lebih siap untuk berkolaborasi dengan brand besar, mulailah dari kolaborasi kecil yang relevan, misalnya bekerja sama dengan UMKM, bisnis lokal, atau membantu teman yang sedang membuka usaha.
Bukan hanya sekedar ajang latihan, tapi juga bisa kamu jadikan portofolio nyata. Kamu bisa bantu mereka membuat konten promosi atau membuat storytelling untuk membantu branding usaha tersebut.
Hal sederhana seperti ini justru bisa menjadi bukti bahwa kamu bukan hanya bisa menulis, tapi juga bisa mengemas pesan dari brand tersebut dengan gaya engaging dan efektif. Dengan pengalaman seperti ini, dapat membantu kamu ketika menawarkan kerja sama dengan brand yang lebih besar karena sudah memiliki track record yang bisa mereka lihat.
Jangan remehkan kesempatan sekecil apapun. Semua langkah kecil bisa membawamu ke lompatan yang lebih besar.
Baca Juga: Pengen FYP? Ini Dia 4 Ide Konten TikTok untuk Pemula
Ketika kamu menulis dengan konsisten, memiliki tulisan yang berkualitas, membangun personal branding-mu dengan jelas, tulisanmu akan mulai bekerja untuk kamu. Bukan hanya brand besar, bisa jadi komunitas atau kolaborator potensial lainnya bisa mengenal kamu melalui kata-kata yang kamu rangkai.
Tips ini bisa mulai kamu terapkan dari pilih topik yang kamu kuasai, siapa target audiens-mu, bangun gaya tulisanmu, dan susun portofolio-mu secara digital. Mungkin sekarang kamu belum tahu akan dibawa kemana, tapi tulisan yang bernilai akan menemukan jalannya.
Yuk mulai hari ini! Bangun kehadiranmu secara digital, dan biarkan banyak orang mengenal siapa dirimu!
