Siapa yang bilang kalau memutuskan career break itu hanya buang-buang waktu? Padahal bisa jadi titik balik karier seseorang, lho. Career break adalah fase di mana kamu memutuskan untuk mengambil jeda dari pekerjaan dalam jangka waktu tertentu. Berbeda dengan istilah “nganggur”, jeda karir ini biasa digunakan seseorang untuk isirahat sejenak sambil memikirkan strategi ke depannya.
Tujuan seseorang memilih untuk career break adalah untuk mengembalikan energi, baik fisik ataupun mental setelah masa-masa bekerja. Meskipun begitu, perlu diingat memutuskan untuk jeda karir tidak bisa sembarangan. Agar jeda kariermu sukses, ada strategi kunci yang nggak boleh kamu lewati. Apa saja strategi itu? Yuk, simak baik-baik!
Baca juga: 5 Cara Networking, Dijamin Cepat Dapat Info Loker
1. Punya Tujuan yang Jelas, Biar Gak Kebablasan Rebahan

Coba kamu jawab pertanyaan ini “Waktu istirahat ini mau liburan, explore diri, atau scroll sosmed dulu?”. Nah, pastikan jeda kariermu terarah dan jelas apa kegiatan yang ingin dilakukan saat memulai jeda karier. Membuat to-do list bisa bikin arah tujuanmu tidak terluntang-lantung.
Buatlah to-do list jangka pendek dan jangka panjang. Misal minggu pertama untuk istirahat demi kesehatan mental dan traveling mencari perspektif baru. Minggu seterusnya untuk mengeksplor diri dengan belajar hal-hal baru dari kursus online.
2. Tetap Punya Rutinitas Ringan tapi Dampaknya Powerfull

Meskipun kamu sedang istirahat dalam karier, bukan jadi alasan untuk bermalas-malasan sepanjang hari. Tetaplah bangun pagi untuk menikmati masa-masa istirahat. Waktu pagi bisa kamu pakai sebagai refleksi dengan mengingat kembali masa-masa di mana kamu harus segera bersiap berangkat kantor, menghadapi macet di jalan sampai berdesakan di transportasi umum.
Kamu akan lebih bersyukur dan bebas menjalani hari. Selain itu, journaling sampai workout ringan juga jadi rekomendasi kegiatan saat kamu jalani career break. Dengan mencoba kegiatan-kegiatan ini mental dan fisik kamu bakal tetap stabil dan nggak bikin burn-out versi baru.
Baca juga: Cobain Art Therapy, Cara Healing Murah Meriah Sejuta Manfaat
3. Pelan-pelan Saja untuk Mulai Upgrade Skill Tanpa Tekanan

Saatnya kamu eksplor diri, nggak ada salahnya mencoba hal baru. Banyak cara belajar santai tapi efeknya powerfull. Mulailah secara perlahan, salah satunya mengeksplor diri lebih dalam dengan upgrade skill baru yang selama ini bisa saja belum pernah terpikirkan.
Ikut webinar atau kelas gratis yang bahas topik-topik ringan bisa masuk to-do list kamu. Atau kalau ingin lebih santai kamu bisa mendengarkan podcast dengan topik ringan yang membahas topik psikologi, bisnis sampai self improvement. Banyak juga skill baru yang mudah kamu temui di YouTube, Coursera dan HubSpot Academy. Tentunya, kamu bebas ingin eksplor skill apa aja!
4. Jaga Koneksi, Jangan Cuma Jadi Penonton LinkedIn

Career break bukan berarti kamu harus berdiam diri dan mengurung diri dari dunia luar. Tetap terbuka dengan teman kerja, teman sekolah atau universitas atau komunitas. Jangan hilang dari radar mereka, dan jangan lupa bagikan kebahagiaanmu saat ini. Meluangkan waktu sedikit untuk bertemu dan ngopi bersama teman lama jadi ide yang menarik.
Lewat media sosial pun bisa kamu lakukan dengan menceritakan pengalaman baru dalam menghadapi career break. LinkedIn jadi platform yang cocok untuk update kebahagiaan. Misal dengan memposting kegiatan seru bersama mengikuti komunitas tertentu seperti komunitas membaca, menulis atau olahraga.
5. Siapkan Comeback yang Powerfull

Sudah siap tampil dengan diri kamu dalam versi yang berbeda? Saatnya evaluasi, apa saja yang sudah didapat dari jeda ini. Sebelum kembali ke dunia kerja, luangkan waktu untuk refleksi diri. Kamu bisa mengevaluasi diri dengan menulis pelajaran berarti yang sudah didapat, hal-hal yang berubah dalam dirimu hingga skill baru yang kamu kuasai.
Saat kembali ke dunia kerja, fokusmu akan lebih terarah dan punya semangat dan skill baru untuk menghadapi tantangan ke depannya. Pengalaman mengisi kegiatan career break dengan cara positif bukan jadi akhir cerita, justru memperkuat diri dalam versi yang lebih baik.
Memang, nggak semua orang berani ambil langkah berhenti sejenak dari pekerjaaan. Tapi justru dari sinilah kamu dapat perspektif baru, eksplor diri dan kembali dalam versi terbaikmu. Jangan pernah merasa bersalah, karena terkadang mundur sebentar itu perlu biar bisa lompat lebih jauh.
Apakah kamu sedang ada di fase career creak? Udah coba 5 strategi di atas? Boleh juga share cerita career break versi kamu di kolom komentar, ya!
Referensi :
Gwal, R. (2016). Working women: Career breaks and re-entry in a fast-changing business environment. Global Business Review, 15(1), 1–9. https://doi.org/10.1177/0972622516629021
