Semarak 17 Agustus: Lomba, Pentas Seni, dan Jalan Sehat
peringatan 17 agustus di smpn 46 surabaya

17 Agustus 1945 diperingati sebagai Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Hari di mana kita sebagai warga Indonesia menghargai dan menjaga kehormatan para pahlawan yang sudah berjasa. Hari yang selalu kita kenang dan kita ingat. 

Biasanya setiap tahun pasti banyak orang menggelar acara-acara yang menarik. Bahkan sering kali menggelar acara di kampung atau di daerah-daerah tertentu. Pada 17 Agustus juga para pelajar kerap mengadakan upacara bendera di semua sekolah di Indonesia. 

Sama halnya dengan zaman sekarang, yang setiap tahunnya pasti menggelar acara unik untuk mengenang dan mengingat hari kemerdekaan negara tercinta kita. Live streaming upacara bendera di Istana Negara selalu meramaikan semua siaran televisi. 

Bendera merah putih selalu berkibar di setiap jalan, di gedung-gedung, bahkan di lingkungan sekitar kita. Semangat membara menyelimuti warga Indonesia. Bahkan tidak hanya semangat para pejuang yang telah gugur, tapi semangat generasi muda yang juga ikut membara. 

Tak luput dari semangat yang membara itu, murid-murid SMP Negeri 46 Surabaya juga memiliki jiwa antusiasme pada Gelar Semarak 17 Agustus. Sekolah yang asri, indah, dan selalu mengutamakan kebersihan lingkungannya itu sering kali mengadakan acara yang menarik di Hari Kemerdekaan. Dari menghias kelas, mengadakan perlombaan, sampai mengadakan jalan sehat bersama warga SMP Negeri 46 Surabaya. 

Baca juga: Transisi Sejarah Wakaf Era Kolonial

Gelar Acara 17 Agustus: Perlombaan, Pentas Seni, dan Menghias Kelas

Waktu acara 17 Agustus selalu diadakan selama satu minggu. Di sekolah SMP Negeri 46 Surabaya selalu mengharuskan datang tepat waktu di sekolah pukul 07.00 pagi, bukan hanya untuk acaranya saja tapi untuk mengajarkan semua murid agar disiplin waktu. 

Di hari pertama, seperti biasa murid-murid datang tepat pukul 07.00. Mereka mengawali hari dengan membaca doa, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan mars sekolah. Setelah upacara bendera, dilanjutkan dengan kegiatan lomba. Setiap tahun SMP Negeri 46 Surabaya selalu membedakan perlombaannya. 

Terkadang sekolah mengadakan lomba makan biskuit, lomba voli, hingga lomba battle mobile legend. Memang perlombaan yang diadakan di sekolah berbasis tradisional. 

Tapi bukan berarti mereka melupakan zaman sekarang yang selalu menggunakan internet atau handphone. Maka dari itu, sekolah mengadakan permainan yang berbasis teknologi juga. 

Kegiatan lomba di hari pertama begitu seru. Hari-hari berikutnya juga tak kalah seru dengan hari pertama. Jika dilihat banyak sekali murid yang menonton, ada juga yang bersorak ceria untuk menyemangati teman-teman kelasnya yang ikut berlomba.

Hari ketiga adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh murid SMP Negeri 46 Surabaya. Semua murid diwajibkan untuk menghias kelas mereka dengan berbagai macam kreativitas. Ada yang menghias dengan tema pahlawan, kehidupan, dan ada juga yang bertema merah putih, warna bendera Indonesia. 

Suasana di SMP Negeri 46 Surabaya sangat kondusif dan tertib. Memang diakui murid-muriddi sekolah sangatlah pintar, dengan memikirkan ide konsep yang kreatif dan imajinatif. 

Berlanjut di hari keempat semua kelas diwajibkan untuk menampilkan bakat dan kreasinya masing-masing. Dari kelas 7 hingga kelas 9, semua diwajibkan untuk meramaikan pentas seni. Banyak sekali ide yang mereka pakai mulai dari membuat drama musikal, membuat drama yang bermoral, dan memperlihatkan bakat mereka satu per satu. 

Jalan Sehat SMP Negeri 46 Surabaya: Semarak Membara, Kibaran Bendera, dan Nyanyian Penuh Semangat

Puncak perayaan yaitu di hari kelima, semua murid berkumpul untuk mengikuti gerak jalan bersama sama. Di acara tersebut kami mengelilingi sekolah SMP Negeri 46 Surabaya. Denah wilayah biasanya mengelilingi daerah Mayjend Sungkono yang tak jauh dari taman dekat sekolah. 

Sumber: Canva

Di tengah jalan mereka semua memegang bendera kecil dan menyanyikan lagu nasional. Terkadang lagu “Maju Tak gentar” atau lagi nasional lainnya. Sorakan merdeka yang membara meramaikan setiap perjalanan kami.

Tak berhenti dari acara jalan sehat itu, setelah sampai kembali ke sekolah, OSIS dan seluruh pengurus lomba mengadakan doorprize. Mulai dari berhadiah kecil, sampai hadiah utama yang selalu diharapkan oleh murid-murid. 

Sebelum acara dimulai mereka sudah diwajibkan untuk membeli kupon seharga 2000. Kupon diundi dengan adil, bahkan setiap orang yang akan mengambil kupon tersebut diwajibkan untuk tutup mata agar lebih seru dan rahasia. Banyak sekali hadiah yang dibagikan kepada murid-murid dan guru-guru yang beruntung. 

Setelah perlombaan selesai penutupan acara Semarak 17 Agustus di hari terakhir yaitu hari keenam, mereka mengadakan upacara bendera memperingati 17 Agustus 1945. 

Upacara tersebut ditujukan dengan maksud mengenang para pahlawan yang sudah mendahului kita dan berjasa untuk negara Indonesia. Semua murid-murid berkumpul di lapangan, berbaris dengan rapi, memakai seragam lengkap biru putih dan topi. 

Penutup Acara: 17 Agustus Tak Hanya untuk Bersenang-Senang

Berkat OSIS dan panitia pengurus, acara 17 Agustus yang diadakan di SMP negeri 46 Surabaya berjalan tertib dan lancar. Dengan adanya acara-acara tersebut tak hanya untuk bersenang-senang dan bergembira, tapi juga memperlihatkan betapa kami menghormati para pahlawan yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. 

Sumber: Canva

Selain itu, gerak jalan juga menggambarkan betapa jauhnya kita berproses di jalan yang benar sampai tujuan, dan kembali untuk merebut yang seharusnya kita dapatkan. Sementara upacara yang digelar adalah untuk menghormati para pahlawan yang berjasa dan sudah mendahului kita sebagai generasi baru.

Pengingat dari masa lalu untuk masa depan yang masih semangat dan kuat untuk menggapai mimpi di kehidupan selanjutnya, di kehidupan yang lebih keras dan lebih nyata. 

Seseorang yang terus berkorban untuk apa yang ingin didapatkan, yang terus berjuang untuk segala keinginan, dan yang terus berjalan untuk kehidupan masa depan. Kita anak Indonesia, anak yang selalu bisa meneruskan jasa para pahlawan. 

Tak harus dengan cara berperang, tak harus korbankan jiwa dan nyawa, tapi dengan cara yang kita bisa. Dengan pendidikan, moral, etika, dan sikap toleransi serta sikap penghormatan untuk orang lain dan untuk masyarakat sekitar. 

Kita tak hanya diam, kita adalah generasi emas yang bisa melanjutkan jasa para pahlawan yang telah gugur. Tak hanya sebagai anak biasa tapi anak yang bisa membanggakan negara. Kita yang selalu berguna untuk sekitar kita, lingkungan kita, dan diri kita sendiri.

Share Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya