Sinopsis Buku The Locked Door
Beberapa pintu terkunci karena suatu alasan…
Ketika Nora Davis yang berusia sebelas tahun sedang mengerjakan pekerjaan rumah di kamarnya, dia tidak tahu bahwa ayahnya sedang membunuh wanita di ruang bawah tanah.
Sampai hari polisi tiba di pintu depan mereka.
Beberapa dekade kemudian, ayah Nora menghabiskan hidupnya di balik jeruji besi, dan Nora adalah seorang ahli bedah yang sukses dengan eksistensi yang tenang dan menyendiri. Tidak ada yang tahu bahwa ayahnya adalah seorang pembunuh berantai yang terkenal. Dan dia berniat untuk tetap seperti itu.
Kemudian Nora menemukan salah satu pasien wanita mudanya telah dibunuh. Dengan cara yang unik dan mengerikan yang sama seperti yang digunakan ayahnya untuk membunuh korbannya.
Seseorang tahu siapa Nora itu. Seseorang ingin dia jatuh atas kejahatan yang tidak terpikirkan ini. Tapi dia bukan pembunuh seperti ayahnya. Polisi tidak bisa menyematkan apapun padanya.
Selama mereka tidak melihat ke ruang bawah tanahnya.
The Handyman, Serial Killer Oregon yang Membunuh 30 Wanita

(https://unsplash.com/photos/welcome-to-oregon-signage-near-trees-W7_tcn9KuA4)
Umumnya, di Amerika Serikat kisah berbagai figur serial killer ternyata cukup populer dan selalu menjadi buah bibir. Contoh, Ted Bundy dan Jeffrey Dahmer menjadi dua dari sekian pelaku serial killer terkenal yang telah diadaptasi melalui film serta serial TV. Tetapi apa yang terjadi jika seorang serial killer memiliki seorang copycat?
Freida McFadden sebelum menulis buku-buku best seller-nya seperti The Housemaid dan The Housemaid’s Secret, ia telah merancang fiksi dengan mengambil seorang tokoh serial killer sebagai penopang utama dalam cerita. McFadden menciptakan tokoh Aaron Nierling dalam kisah The Locked Door, seorang suami dan ayah yang dikenal berdedikasi, pekerja keras, dan tidak pernah bermasalah dengan hukum.
Aaron Nierling bekerja sebagai phlebotomist, tenaga kesehatan yang terlatih untuk mengambil darah dari pasien, baik untuk keperluan tes diagnostik, donasi, transfusi, maupun penelitian. Disamping itu, dia selalu lebih menghabiskan waktu di ruang bawah tanah rumahnya dengan mengerjakan workshop. Pria yang dikenal karismatik itu memiliki seorang anak perempuan.
Hidup Nora di usia sebelas tahun seketika hancur berkeping-keping ketika ia mengetahui bahwa ayah dan ibunya resmi ditahan oleh polisi setelah ditemukan mayat wanita bernama Mandy Johansson di ruang bawah tanah rumahnya dengan tangan kiri terputus. Berkat apa yang dilakukannya itu, Aaron Nierling dijuluki The Handyman. Sebab dia telah menyimpan sebanyak tiga puluh tangan korban-korbannya di ruang bawah tanah itu.
Aaron Nierling resmi divonis delapan belas hukuman seumur hidup dibalik jeruji besi, namun siapa sangka The Handyman justru mengharapkan seorang protege. Tak lain adalah sang anak sendiri, Nora Davis.
Nora Davis, Ahli Bedah Saraf Sukses dan Anak dari Serial Killer
Dia sangat karismatik dan menawan—setidaknya, saat dia menginginkannya. Dia seorang narsisis dan psikopat, yang kemungkinan membunuh setidaknya tiga puluh wanita tanpa sedikit pun rasa penyesalan. Dia gila. Dia adalah monster. Dia juga ayahku.
— Prolog, hlm. 2
Nora Davis sebelumnya dilahirkan dengan nama Nora Nierling. Akan tetapi setelah kejadian yang menimpa kedua orang tuanya, ia kemudian diasuh oleh sang nenek dan mengganti nama marganya dari Nierling menjadi Davis.
Nora merupakan sosok yang tangguh dan mandiri. Sejak masa kecilnya, dia tidak terlalu tertarik untuk menjadi populer bahkan mempunyai teman. Hingga akhirnya dia ingin meraih cita-citanya sebagai dokter ahli bedah saraf sehingga dia begitu gigih dan berjuang keras untuk itu. Selama 26 tahun ia hidup sebagai Nora Davis, terbebas dari identitas melekat dari sosok seorang ayah yang pembunuh.
Bersama Philip Corey, Nora menjadi tim ahli bedah saraf sukses di sebuah rumah sakit yang terletak di Mountain View, jauh dari Oregon, kampung halamannya. Tidak ada yang mengetahui bahwa seorang Nora Davis adalah anak dari The Handyman.
Nora dibalik sifat dingin serta perfeksionisnya, justru menyimpan rasa takut yang mendalam. Dia takut jika suatu saat sikapnya akan sama persis seperti sang ayah. Ia memiliki komitmen kuat bahwa ia hanya ingin menolong orang lain dan itulah pekerjaannya. Bukan untuk membunuh.
Review Buku The Locked Door

…ada sesuatu yang harus kamu ketahui tentang ayahku, Aaron Nierling.
Ayahku adalah pria yang sangat berbahaya yang telah melakukan hal-hal yang tak terkatakan… Dia adalah tipe pria yang tidak ingin kau temui di gang gelap. Atau di jalan. Atau dimana pun.
Dan seperti kata pepatah, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.
— Bab 8 (hlm. 59)
The Locked Door merupakan fiksi karya Freida McFadden yang berada di urutan kedelapan dalam daftar karya best seller-nya berdasarkan Goodreads. McFadden menyuguhkan tulisan berbahasa Inggris yang mudah dipahami oleh para pembaca termasuk bagi pecinta buku Bahasa Inggris. Penulis yang juga berprofesi sebagai tenaga medis ini dikenal sebagai penulis bergenre psychological thriller.
Kemudian dalam The Locked Door dirancang dengan topik chemistry antara seorang ayah dengan putrinya. Alur cerita dibuat berdasarkan dua sudut pandang waktu, Nora ketika menjadi seorang ahli bedah saraf dan Nora dikala 26 tahun yang lalu. Walaupun alurnya terkesan agak pelan, namun McFadden tetap berhasil memunculkan plot twist yang sulit diprediksi oleh pembaca.
Kekurangan yang terdapat dalam buku ini yaitu pembaca akan merasa bosan sebab alur yang berjalan pelan. Lalu kisah The Locked Door ternyata mirip dengan konsep In My Father’s Basement karya T.J. Payne sehingga McFadden sempat dituai kritikan. Persamaan antara kedua cerita tersebut adalah sang serial killer yang sama-sama dijuluki The Handyman dengan modus serupa, membunuh korban-korbannya di ruang bawah tanah. Perbedaannya hanyalah anak dari serial killer pada In My Father’s Basement ialah laki-laki, sedangkan dalam The Locked Door yaitu perempuan.
The Locked Door bukan sekadar novel thriller biasa. Ia mengajak pembaca masuk ke dalam labirin psikologis seorang perempuan yang mencoba menjalani hidup normal, sementara bayang-bayang masa lalu terus menghantuinya. Kisah Nora Davis, seorang ahli bedah saraf yang ternyata anak dari serial killer terkenal, memunculkan pertanyaan penting: apakah dosa orang tua akan selalu menjadi beban anak?
Freida McFadden berhasil meramu ketegangan, emosi, dan kejutan dalam satu paket yang sulit untuk diletakkan. Dengan karakter yang kompleks dan alur yang penuh twist, buku ini cocok bagi penggemar domestic thriller dan psychological suspense.
Pada akhirnya, The Locked Door memperlihatkan bahwa kunci dari semua pintu yang terkunci bukan selalu terletak di luar—kadang justru ada dalam diri kita sendiri.
Baca Juga: Review Origin, Dan Brown: Bentrokan Agama dengan Sains [Spoiler Alert!]
Referensi
McFadden, F. (2021). The Locked Door. Naperville: Poisoned Pen Press.
