Review Novel Not Me Karya Caaay: Akibat Bullying Terhadap Mental Health
novel not me karya caaay

Sampai sekarang saya masih bertanya-tanya, apa keuntungan yang didapat dari mem-bully atau bullying. Apa yang dirasakan oleh mereka sebagai pelaku dari bullying? Apakah itu sebuah kesenangan, harga diri, merasa paling kuat, atau apa?

Bullying merupakan suatu perbuatan yang sangat amat tercela dan tidak manusiawi. Meskipun demikian, sebagian orang tetap melakukan perbuatan keji itu, entah apa yang mereka pikirkan dan rasakan sehingga sampai detik ini kasus bullying masih ada. Mungkin saya-lah yang naif karena nyatanya masih banyak orang melakukan bullying, entah faktor SDM mereka yang terlalu rendah, entah faktor lainnya yang mendukung.

Tepat seperti apa yang tertulis di atas, saya akan mengangkat isu bullying, yang di mana kasus ini paling sering kita temui di kalangan remaja. Sungguh ironisnya dunia, bumi kita di singgahi oleh manusia-manusia yang tidak memanusiakan manusia. Yang kebanyakan dari mereka adalah generasi penerus bangsa.

Saya akan mengulas isu tersebut yang ada dalam sebuah novel. Cahaya Maharani, atau biasa akrab kita sebut Caaay, ia adalah seorang gadis yang gemar membuat karya melalui novel dan cerita-cerita apik. Ia telah membuat 5 karya di platform online, Wattpad.

Dua di antaranya berhasil diterbitkan dan dijadikan sebuah buku. Karya Caaay yang pertama adalah Not Me, yang nantinya akan saya review, karya keduanya About Me yang mengisahkan kisah Maratungga, kakak kandung Cakra, karya ketiga berjudul Pesan Terakhir Cakra; Coretan Maratungga, dan karya keempat, Save Me yang mengisahkan kisah Moa Jatraji. Keempat karya tersebut saling berkaitan, tetapi dapat dibaca secara terpisah. Karya kelima Caaay berjudul Crush.

Not Me merupakan sebuah novel yang berfokus kepada kisah Cakrawala Agnibtara, seorang laki-laki yang bermasalah jiwa akibat perundungan dan trauma masa lalu yang ia miliki. Dalam satu buku ini, Caaay tak hanya mengangkat tentang isu perundungan dan mental illness, juga ada sedikit bumbu romansa, keluarga, dan juga bermasyarakat.

Desember 2021, kisah ini berhasil dijadikan sebuah novel dan diterbitkan oleh Penerbit Moka. Karena sebelumnya banyak sekali penggemar kisah Not Me, maka saat novel ini diterbitkan, ia berhasil menduduki rak best seller.

Cakra, seorang manusia dengan segala lukanya. Luka batin maupun fisik. Cakra menyukai warna kuning, lelaki yang ceria itu ternyata banyak menyimpan luka dalam. Hampir setiap hari Minggu setelah salat dhuha, Cakra dengan sepeda kuning kesayangannya pergi untuk menjemput teman masa kecilnya. “Hai, Moa! Aku di sini!”

Baca juga: 5 Cara Atasi Cyberbullying, Ini Langkah-langkah Pencegahannya

Moa Jatraji, seorang gadis sepantaran dengan Cakra yang hampir setiap hari Minggu menunggu Cakra dan sepeda kuningnya menjemput setelah ia ibadah gereja. Dunia selalu jahat pada Cakra, tetapi setidaknya Moa dan abangnya, Maratungga ada di sisinya. Maratungga, seorang abang, sekaligus ibu, sekaligus ayah bagi Cakra. Meski Cakra mempunyai seorang ayah kandung, namun ayahnya-lah
salah seorang dari penyebab dunia Cakra hancur.

Rumah yang seharusnya menjadi rumah, malah menjadi tempat tersiksanya luka fisik maupun batin seorang Cakra. Setiap kali Cakra disiksa oleh Tura, ayah kandungnya, Maratunggalah yang selalu membantu mengobati luka Cakra.

Suatu saat, Cakra berpamitan kepada dua orang yang sangat berpengaruh dan berperan besar dalam hidupnya. Moa Jatraji dan abangnya, Maratungga. Kepada abangnya, ia berpamitan untuk membeli sebungkus sate, yang ternyata sebungkus sate itu ia bawa untuk ibundanya.

“Hai, Moa, aku mau ketemu bunda, aku rindu bunda.”

“Ttip salam buat bunda, ya!” jawab Moa di telepon yang ia genggam.

“Loh, Moa? Bunda Cakra ‘kan udah enggak ada,” sela teman Moa.

Penilaian Novel Not Me

Ini adalah perasaan pribadi saya mengenai novel Not Me, yang menyimpan banyak trauma, bahkan untuk mendengar dan membaca kata “Not Me” hati saya terasa sesak seakan ingin menangis, namun ditahan.

Tidak ada hal hiperbola, kisah Cakrawala Agnibtara memang membekas di hati saya, selalu. Bahkan hingga saya menulis ulasan novel ini, saya sempat mengeluarkan air mata mengingat kembali masa-masa membaca cerita Not Me ini di Wattpad sembari sesegukan.

Sungguh terlalu, namun benar adanya. Cakra sangat amat membekas di hati saya, karena itulah saya menulis ulasan ini meski sakit, harap-harap kalian yang belum membaca akan mencoba membaca. “Sekeras apapun kamu menjaga, sekuat apapun kamu memegang, seerat apapun kamu memeluk, yang pergi akan tetap pergi.” Kurang lebih novel Not Me ini mengisahkan kisah Cakra yang penuh sesak. Dunia jahat, ya, Cakra?

Jika kalian berminat untuk membacanya, ataupun karya-karya Caaay bisa banget buat cek akun Wattpad Caaay, @Caaay_. Novel yang ditulis Caaay menggunakan bahasa yang santai dan mudah dipahami, alur yang cepat dan mengalir, Caaay juga menggunakan teknik flashback yang membuat novel ini semakin menarik.

Namun di novel Not Me ini, ada beberapa bagian cerita yang terkesan menggantung karena tidak diselesaikan dengan tuntas. Selain itu, ada beberapa dialog yang terkesan kaku dan menggunakan bahasa baku.

Novel ini sangat digemari banyak orang karena tokoh-tokohnya yang kuat serta alur ceritanya dapat dibaca bagi semua kalangan. Harapan saya, pandangan masyarakat akan semakin berubah dan semakin sadar bahwa mental seseorang bukanlah suatu candaan belaka, setiap orang memiliki mental yang berbeda-beda, kita semua perlu untuk menindaklanjuti dan lebih peduli terhadap apa yang terjadi di lingkungan sekitar kita. Saya harap tidak akan ada lagi Cakra kedua, dan bahagia selalu manusia dan seisinya.

Baca juga: Review Buku Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Karya Brian Khrisna

Share Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya