Kebijakan politik sering kali tidak memikirkan ranah domestik. Relasi kuasa dari sistem ini, memicu berbagai permasalahan ekonomi serta politik juga memperburuk beban hidup bagi masyarakat. Transisi energi, Pertambangan, Ketahanan pangan (Food estate) atas nama Proyek Stategis Nasional yang digaungkan oleh negara demi pertumbuhan ekonomi tersebut. Nyatanya adalah perampasan hak hidup masyarakat dan eksploitasi pada sumber bumi. Dampak dari kegiatan ekstraktif ini juga berdampak pada tubuh perempuan. Perempuan luput dari sorotan proyek pembangunan yang dilakukan oleh negara. Setiap Harinya, perempuan mempunyai peran yang besar dalam pemenuhan kebutuhan keluarga.
Dilihat dari berbagai data, pembangunan ekstraktif adalah perampasan paksa bagi perempuan terutama bagi perempuan adat. Selain proyek-proyek yang masif, juga mengambil sumber daya alam secara eksploitatif, merusak ekologis, juga telah menghilangkan sumber pangan utama. Perlawanan perempuan adat adalah bukti nyata bahwa pembangunan nasional sejatinya tidak memberikan pemanfaatan hasil kelola bagi lingkungan sekitar.
Alam sendiri adalah Mother of Nature, alam dan tubuh perempuan memiliki relasi. Bagi perempuan adat, melihat alam seperti melihat tubuh. Karena bagi mereka, tanah, air, hutan, dan udara adalah bagian dari tubuh. Dan jika hutan adat hilang lalu berganti dengan proyek ekstraktivisme, maka para perempuan adat akan kesulitan untuk mencari bahan pangan, tidak bisa bertani, juga kesulitan mencari kayu bakar. Perempuan adat terpaksa mencari pekerjaan tambahan dengan mencari sumber daya pangan lainnya artinya sangat merugikan.
Dapur merupakan ruang bagi perempuan dimana awal dari kehidupan. Ekstraktivisme sangat berdampak pada keseharian mereka. Tetapi, sampai hari ini perempuan tidak pernah dilibatkan dalam setiap kebijakan. Padahal, perempuan yang menguasai ranah domestik. Perempuan menggunakan sumber air, gas, juga pangan untuk memasak di dapur. Pengetahuan inilah yang seharusnya menjadi awal dari kebijakan politik. Sistem seharusnya bisa berubah demi keadilan dan kesejahteraan bersama.
Sumber :
https://www.jurnalperempuan.org/blog/ekofeminisme-menyoal-perempuan-dan-alam
Profile penulis
Hafni Nurfalah adalah masyarakat sipil, yang gemar mengikuti berbagai macam berita seperti isu lingkungan dan gender. Juga memiliki hobi membaca buku. Saat ini aktif sebagai anggota di Koalisi Masyarakat Sipil Kota Bandung. Dapat dijumpai di Instagram @pagefromnol
Editor: Zidan As’ad
