Blessed & Healthy Ramadan Bersama UPTD Griya Wreda
dokumentasi bersama di uptd griya wreda

Sebagaimana bulan Ramadan, bulan istimewa yang penuh pengampunan, dan penuh rahmat. Diajarkan untuk saling peduli terhadap sesama, dan lebih mengutamakan kepentingan akhirat daripada dunia.

Manusia berlomba mencari nilai kebaikan yang di mana pahala dilipatgandakan pada bulan ini. Berkumpul bersama keluarga merupakan hal yang dinantikan setiap orang, anak cucu yang jauh dari kampung mulai berdatangan, menyambung tali persaudaraan agar semakin erat.

Tapi terkadang kita melupakan sesuatu, pernahkah kita peduli dan berpikir, adakah saudara yang tak seberuntung kita di luar sana? Apakah mereka juga sedang berkumpul dengan anak cucunya? Apakah mereka sedang berhubungan baik dengan keluarganya? Saya berempati dan tergerak hati untuk menemui mereka.

Involunter Surabaya menghadirkan sebuah feed persuasif yang berhasil membuat kami untuk bergabung dalam wadah kegiatan sosial mereka. Program yang diadakan adalah “Blessed & Healthy Ramadan.” Kami mengunjungi UPTD Griya Wreda yang bertempat di Jalan Jambangan Baru Tol No. 15a, Jambangan, Kec. Jambangan, Surabaya yang berlangsung pada 15 Maret 2025. Acara dimulai pukul 15.30 hingga 18.15 WIB.

Cuaca mendung tidak menghentikan semangat kami pada sore hari itu. Bangunan sederhana tingkat satu itu bernama UPTD Griya Wreda. Sesampainya kami di sana, kami bertemu dan berkenalan dengan beberapa rekan volunteer. BEM KM FK mahasiswa Unair juga turut hadir. Mereka akan membantu mengecek kesehatan para penghuni UPTD Griya Wreda.

Tujuan kegiatan kali ini adalah sebagai berikut.

  • Memberikan sesi edukasi kesehatan
  • memberikan cek kesehatan gratis
  • mengetahui status kesehatan para penghuni UPTD Griya Wreda
  • Memberikan pengalaman berkesan bagi mahasiswa dan para volunteer

Kami sudah bersiap di aula UPTD Griya Wreda dan berkumpul untuk menyiapkan sambutan, oma dan opa telah duduk rapi di kursi masing-masing. Jumlah mereka sekitar 30 orang, tidak semua orang berkumpul di aula. Ada yang sedang berada di taman atau di kamar. Ekspresi mereka beragam, ada yang bingung, semangat, serta termenung.

Baca juga: Ngabubuwrite & Bukber: Menulis, Bermain, dan Koleksi Memori Baik

Bertukar Cerita dan Pengecekan Kesehatan

Sesi Ice Breaking oleh Panitia Volunteer

Tepat pukul 16.00 acara dimulai dengan sambutan, dan perkenalan para volunteer. Sebelum acara penyampaian materi, kami mengadakan ice breaking terlebih dahulu. Dan ternyata membuahkan hasil, mereka tertawa dan bertepuk tangan riang sekali. Kami berhasil mencairkan suasana.

Semua berjalan kondusif hingga inti acara. Tak kenal maka tak sayang, maka dari itu, sesuai dengan rundown yang telah dibagikan, kami menghampiri mereka satu per satu, berkenalan, bertanya kabar, saling bertukar cerita dengan mereka. Mereka sungguh antusias, meskipun telah termakan usia dan tak lagi muda.

Obrolan ringan namun berarti. Mereka butuh seseorang untuk mendengarkan curahan seluruh isi hatinya, hanya butuh didengar dan dimengerti.

Air mata ini tak terbendung hingga tak terasa mengalir di pipi, beberapa dari kami menangis mendengar kisah masa lalu dari oma dan opa yang bercerita tentang bagaimana perlakuan keluarga terhadapnya, mengapa mereka bisa berada di sini, dan mengapa dunia ini seperti tidak berpihak adil kepada mereka.

Ada yang dulunya lulusan sarjana, tapi berakhir di tempat penampungan lansia seperti ini, ada juga yang bercerita mengenai teman kamarnya yang bersikap begini dan begitu.

Kami juga mendapat nasihat dari oma dan opa. Ada yang berdoa semoga kami mendapat pasangan yang berlaku adil dan saling melengkapi. Mendapat keluarga dan sanak saudara yang saling peduli dan melindungi. Kami saling berpelukan hangat, menenangkan, dan saling memberi semangat.

Saat nomor antrean terpanggil, para volunteer menemani satu per satu oma dan opa untuk pemeriksaan kesehatan oleh BEM FK Unair. Suasana beralih sejenak, dari isak tangis dan mengharukan, sekejap menjadi tawa gembira. Senyum sabit mulai tampak dari sisi wajah mereka. Kami berhasil mencairkan suasana. Tergelak mendengar keluguan mereka yang kini telah termakan usia.

Baca juga: Gempita Gubahan Sang Maestro: Bagaimana Bu Endah Membimbing 1000 Jiwa Muda Menjadi Penari Berkarakter

Cek Kesehatan oleh BEM Fakultas Kedokteran Unair

BM FK Unair mengecek gula darah, tensi, dan membuka sesi konsultasi mengenai gejala yang diderita akhir-akhir ini, serta bagaimana upaya pencegahan yang tepat supaya terhindar dari penyakit yang lebih serius.

Berbuka Bersama dengan Rekan Volunteer

Sumber: Canva

Tak terasa 2 jam kita habiskan bersama, azan magrib telah menggemakan suaranya. Dengan segera kami membatalkan puasa dan mengambil jatah takjil yang telah disediakan, lalu sesi berbuka bersama. Inilah momen kebersamaan Ramadan yang berbeda, mulai dari suasana, latar tempat, serta aksi yang dilakukan.

Tak harus turun ke jalan, namun beraksi sosial terhadap griya lansia yang membutuhkan juga tak kalah mengagumkan. Setelah berbuka puasa, saatnya sesi dokumentasi foto bersama dengan oma dan opa serta para volunteer lainnya.

Acara berakhir di sini, karena pukul 18.15 tempat diperkenankan steril. Lagi-lagi waktu yang mempertemukan juga memisahkan. Dengan berat kami bersalaman kepada oma dan opa, berharap bertemu kembali hingga waktu yang tak pasti. Tempat ini akan menjadi saksi bisu aksi sosial volunteer Ramadan kami pada tahun ini.

Share Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya