Setelah melewati rangkaian kegiatan intensif selama hampir satu bulan, MenulisID secara resmi menutup agenda Open Submission untuk kanal terbarunya yang bertajuk “Pojok Sambat“. Program yang berlangsung dari 18 Mei hingga 31 Mei 2026 ini bukan sekadar ajang pengumpulan naskah, lebih dari itu, adalah sebentuk langkah strategis untuk memetakan kembali percakapan publik melalui narasi-narasi yang termarjinalkan.
Program Open Submission ini hadir sebagai jawaban atas kegelisahan kolektif mengenai minimnya ruang bagi cerita-cerita “pinggiran”. Sejak diumumkan, antusiasme penulis dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa, aktivis, hingga pekerja kreatif, terlihat sangat tinggi. Hal ini membuktikan bahwa kebutuhan akan ruang publikasi yang berani mengangkat isuisu struktural dan personal di Indonesia masih sangat besar.
Latar belakang pembentukan kanal ini bermula dari momentum bulan-bulan krusial dalam kalender nasional, yakni antara bulan April hingga Juni. MenulisID mencatat adanya momentum seperti Hari Kartini, Hari Buruh Internasional, Hari Pendidikan Nasional, hingga Hari Kebangkitan Nasional. Momentum-momentum ini menjadi pintu masuk bagi MenulisID untuk meninjau kembali konstruksi sosial mengenai isu perempuan, pendidikan, dinamika dunia kerja, kesenjangan kelas sosial, hingga realitas ruang hidup komunitas marginal.
Proses kurasi yang berlangsung sejak 1 Juni hingga 4 Juni 2026 merupakan fase paling menantang. Tim redaksi harus menyeleksi ratusan naskah yang masuk dengan kriteria penilaian yang ketat. Adapun aspek yang menjadi penilaian utama meliputi kesesuaian dengan tema kanal, kekuatan gagasan, kedalaman sudut pandang, keberanian dalam mengangkat isu yang jarang dibicarakan, kerapian struktur tulisan, keterbacaan, orisinalitas, serta kemampuan penulis dalam menyentuh emosi pembaca.

Yang menarik, MenulisID tidak memosisikan diri sebagai kurator yang dingin dan berjarak. Program ini dirancang untuk membuka ruang diskusi ringan antara penulis dan redaksi. Penulis diberikan kesempatan untuk mengajukan ide, mendiskusikan topik, hingga menjalani proses editorial yang mendalam via grup WhatsApp sesuai arahan editor. Dengan mekanisme ini, Open Submission bukan hanya sekadar proses transaksional pengiriman karya, melainkan proses belajar bersama agar penulis bisa tumbuh lebih matang dalam menghasilkan tulisan yang reflektif dan kritis.
Selain kesempatan untuk dipublikasikan, para kontributor terpilih juga mendapatkan apresiasi berupa mini mentoring bersama editor MenulisID dan kesempatan untuk mengikuti kelas gender yang diadakan oleh Koalisi Perempuan Indonesia. Reward ini menjadi bentuk komitmen nyata MenulisID untuk tidak hanya menjadi wadah, namun juga menjadi penggerak ekosistem literasi yang suportif bagi para penulis pemula maupun berpengalaman.
Rangkaian kegiatan ini tidak berhenti di sini. Pihak redaksi juga mewartakan bahwa setelah proses kurasi berakhir, seluruh karya terbaik akan segera ditayangkan secara berkala. MenulisID menargetkan kanal ini menjadi rujukan bagi para pembaca yang mencari perspektif alternatif di tengah derasnya informasi yang seringkali tidak menyentuh akar permasalahan sosial.
“Kehadiran kanal “Pojok Sambat” dengan sub kategori “Suara Perempuan & Suara Pinggiran” ini diharapkan mampu menjadi oase di tengah dominasi narasi-narasi besar dan formal, narasi personal yang jujur dan berani seringkali menjadi kunci perubahan sosial. Dengan mengangkat isu masyarakat pinggiran—mereka yang berada di luar struktur kuasa dominan— MenulisID ingin menunjukkan bahwa setiap suara, sekecil apa pun, memiliki bobot yang setara untuk didengarkan.
“Semangat yang mendasari lahirnya Pojok Sambat sebenarnya berangkat dari keresahan yang saya rasakan melihat berbagai kondisi di sekitar. Banyak orang punya unek-unek, kritik, harapan, atau pengalaman yang ingin dibagikan, tetapi sering bingung harus menyampaikannya di mana. Lewat Pojok Sambat, kami ingin menyediakan ruang yang lebih terbuka bagi siapa saja untuk menuliskan apa yang mereka pikirkan dan rasakan. Harapannya tulisan teman-teman bisa menjadi cara yang sehat untuk menyampaikan keresahan, sekaligus mengajak orang lain untuk melihat sebuah persoalan dari sudut pandang yang berbeda,” demikian tulis Kak Soffy, inisiator dan pemred MenulisID, saat diwawancarai via WA.
MenulisID berkomitmen untuk menjaga keberlangsungan kanal ini ke depannya. Keberhasilan program Open Submission perdana ini menjadi modal berharga bagi redaksi untuk mengembangkan program-program literasi selanjutnya. Langkah selanjutnya, pihak redaksi akan segera mengumumkan daftar kontributor terpilih dan mulai mengunggah tulisan-tulisan perdana ke dalam kanal tersebut.
Dengan berakhirnya periode penyerahan karya dan selesainya proses penjurian, MenulisID kini memasuki fase produksi publikasi. Para pembaca diharapkan dapat menantikan karya-karya bermutu yang akan segera mewarnai laman MenulisID dalam waktu dekat. Adapun 3 peserta terpilih antara lain:
(Juara 1) Fatimatuz Zahro – Keamanan Perempuan Bukan Favor: Tanggung Jawab Kolektif atas Kekerasan Seksual dengan jumlah skor 167.
(Juara II) Rinda Rahmawati – Melacurkan Nalar di Menara Gading dengan jumlah skor 166.
(Juara III) Faradian Yusi Istiqomah – Menakar Domestikasi Perempuan Melalui Kata “Lenjeh” dalam Dialek Banyumasan dengan jumlah skor 165.
Dengan catatan juri yang dapat dibaca di sini; Pertanggungjawaban Juri.
