Belajar Mendengarkan yang Rapuh: Dua Film Panjang Korea Selatan di JAFF 2025 — Summer’s Camera dan The World of Love
Summer's Camera & The World of Love - Film Panjang dari Korea Selatan yang Ditayangkan di JAFF 2025.

Kehadiran Summer’s Camera dan The World of Love dalam program main competition Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2025 menandai momen penting bagi sinema Korea Selatan di festival ini. Sebagai dua film panjang yang datang dari konteks produksi independen, keduanya tidak hadir dengan ambisi spektakel, melainkan dengan perhatian pada hal-hal yang rapuh dan kerap terabaikan: ingatan, cinta, dan luka yang tumbuh sejak remaja. 

Dari titik itulah, kedua film ini bergerak dengan pendekatan yang berbeda, meski berangkat dari kegelisahan yang serupa. Perbedaan tersebut tidak hanya terasa pada pilihan narasi, tetapi juga pada cara masing-masing film mendekati emosi dan ruang sosial tokohnya. 

Summer’s Camera: Keheningan sebagai Bahasa Emosional 

Sinopsis: 

Setelah ayahnya meninggal, Summer berhenti memotret. Suatu hari, ia jatuh cinta pada Yeonwoo, bintang tim sepak bola sekolah, dan diam-diam memotretnya dengan kamera peninggalan sang ayah. Saat ia mencuci film tersebut, ia menemukan foto-foto misterius dari kekasih ayahnya semasa SMA. Lewat foto-foto ini, Summer mengungkap rahasia tersembunyi tentang ayahnya. Akankah ia mampu mengejar cinta pertamanya sambil menghadapi kebenaran masa lalu keluarganya? 

Production Company: A Divine Film

Producer: Joy Yu

Scriptwriter: Divine Sung

Cinematographer: Lee Jimin

Production Designer: Kim Taeeun

Editor: Cheon Jihyeon

Main Cast: Kim Sia

Notable Achievement

  • BFI Flare London LGBTQIA+ Film Festival 2025
  • Nongshim Shinramyun Award – Jeonju International Film Festival 2025
  • Official Competition – Seattle International Film Festival 2025
  • Best FutureWave Feature – Wavemaker Award

Summer’s Camera bergerak dengan tempo yang tenang dan penuh jeda. Film ini tidak tergesa menjelaskan relasi antar karakter atau konflik yang melatarinya. Sebaliknya, ia membiarkan gambar, gestur, dan ruang kosong bekerja sebagai bagian dari narasi. 

Disutradarai oleh Divine Sung, film ini memperlihatkan ketertarikan pada memori dan proses berduka sebagai pengalaman personal yang tidak selalu dramatik. Kamera analog yang menjadi elemen penting di dalam film tidak hanya berfungsi sebagai alat perekam, tetapi sebagai simbol dari upaya mengingat—dan memilih apa yang ingin disimpan atau dilepaskan. 

Salah satu kekuatan Summer’s Camera terletak pada caranya menghadirkan ketertarikan emosional tanpa menjadikannya pusat konflik. Representasi queer di film ini hadir secara natural dan tidak sensasional, sejalan dengan kecenderungan sinema Korea independen kontemporer yang semakin menolak narasi eksplanatif. Perasaan tidak perlu dijelaskan; ia cukup dihadirkan. 

Sebagai film kompetisi, Summer’s Camera menonjol justru karena kesederhanaannya. Ia tidak mengejar klimaks emosional yang besar, tetapi memilih membangun resonansi yang perlahan dan bertahan. 

Divine Sung menghadiri Jogja NETPAC-Asian Film Festival (JAFF) 2025 setelah pemutaran film Summer’s Camera pada Jumat (05/12) di Empire XXI Yogyakarta.
Foto: Dokumentasi Penulis
Tanda Tangan Divine Sung.
Foto: Dokumentasi Penulis

The World of Love: Trauma dan Lingkungan yang Ikut Berbicara 

Sinopsis: 

Jooin, siswi SMA berusia 17 tahun yang misterius, dikenal sebagai teman yang ceria, putri yang penuh percaya diri, pacar yang usil, dan sosok yang sulit ditebak. Namun di balik senyum dan keceriaannya, Jooin diliputi rasa penasaran dan kebingungan tentang cinta. Suatu hari, kata-kata yang ia lontarkan dalam amarah memicu keributan besar. Tak lama kemudian, ia menerima sebuah catatan anonim yang mempertanyakan sikapnya, dan perlahan retakan muncul di dunianya yang dulu damai. “Jooin, siapa dirimu yang sebenarnya?” 

Production Company: Semosi, Vol Media

Producer: Kim Se-hun, Jenna Ku

Scriptwriter: Yoon Ga-eun

Cinematographer: Kim Ji-hyun

Production Designer: An Ji-hye

Editor: Park Se-young

Main Cast: Seo Su-bin, Chang Hyae-jin

Notable Achievement

  • Toronto International Film Festival
  • BFI London Film Festival
  • Hong Kong Asian Film Festival
  • and many more

Jika Summer’s Camera memilih keheningan, The World of Love menghadirkan ketegangan yang lebih terasa, meski tetap dibangun dengan pendekatan realistis dan terkendali. Disutradarai oleh Yoon Ga-eun, film ini melanjutkan kecenderungan sang sutradara dalam mengeksplorasi dunia remaja sebagai ruang sosial yang kompleks. 

Film ini menempatkan trauma bukan semata-mata sebagai pengalaman individual, melainkan sebagai sesuatu yang terus bersinggungan dengan lingkungan: sekolah, pertemanan, opini mayoritas, dan sikap diam kolektif. Tidak ada antagonis tunggal yang mudah ditunjuk. Ketegangan justru muncul dari situasi sehari-hari dan keputusan-keputusan kecil yang berdampak besar. 

Pendekatan Yoon Ga-eun dikenal konsisten: menahan emosi, menghindari eksploitasi, dan memberi ruang bagi karakter untuk ada dalam ambiguitas. Dalam The World of Love, strategi ini membuat film terasa tidak nyaman—namun relevan. Penonton tidak diarahkan untuk segera bersimpati atau menghakimi, melainkan diajak mengamati bagaimana luka bisa bertahan karena lingkungan yang tidak sepenuhnya siap mendengarkan. 

Jenna Ku, selaku executive producer The World of Love, menghadiri Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2025 setelah pemutaran film The World of Love pada Sabtu (06/12) di Empire XXI Yogyakarta.
Foto: Dokumentasi Penulis
Tanda Tangan Jenna Ku.
Foto: Dokumentasi Penulis

Dua Film, Satu Kecenderungan Kuratorial

Ditempatkannya Summer’s Camera dan The World of Love dalam main competition JAFF 2025 memperlihatkan kecenderungan kuratorial yang berpihak pada film-film dengan sensibilitas emosional dan keberanian artistik. Keduanya tidak menawarkan resolusi yang jelas, tidak pula memberikan jawaban yang menenangkan. 

Namun justru melalui pendekatan itu, kedua film ini memperlihatkan bagaimana sinema dapat bekerja sebagai ruang refleksi—tentang cinta yang tidak selalu lantang, dan luka yang tidak pernah sepenuhnya selesai. 

Baca Juga: Rosalia — Lux: Orkestra, Santo, dan Cahaya Baru dalam Pop

Referensi 

20th JAFF Film Festival “Transfiguration” Festival Catalogue 

https://siff.kr/en/films/summers-camera/

https://sbsstar.net/article/N1008189554/yoon-gaeuns-the-world-of-love-invited-to-compete-at-toronto-international-film-festival-as-only-korean-film

Share Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya