Rhapsody dan Realisme: Menyusuri Dua Dunia Ann Hui di JAFF 2025
July Rhapsody (2002) & A Simple Life (2011)

Kehadiran sutradara Hong Kong, Ann Hui, di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2025 menjadi salah satu momen paling penting dalam penyelenggaraan festival edisi tahun ini. Sebagai salah satu figur kunci dalam generasi Hong Kong New Wave, nama Ann Hui telah lama menempati posisi sentral dalam diskursus sinema Asia: sutradara yang konsisten menaruh perhatian pada pengalaman manusia sehari-hari, terutama mereka yang kerap luput dari narasi besar sejarah. 

JAFF 2025 menghadirkan dua filmnya—July Rhapsody (2002) dan A Simple Life (2011)—dalam rangkaian pemutaran khusus (Hong Kong Film Gala Presentation), masing-masing pada Minggu (30/11) dan Senin (01/12). Tidak melupakan bahwa kedua film ini juga diputar dalam format restorasi 4K. 

Selain itu, Ann Hui juga menjadi narasumber utama dalam Masterclass yang berlangsung pada Senin, 1 Desember, dengan Monica Vanesa Tedja sebagai moderator. Kombinasi program ini memberi kesempatan langka bagi penonton Indonesia untuk membaca kembali praktik sinema Ann Hui melalui dua dekade karyanya. 

Mengenal Ann Hui

Ann Hui adalah salah satu sutradara terkemuka dan paling berpengaruh di Hong Kong, yang dikenal karena kontribusinya yang luar biasa terhadap dunia perfilman selama lima dekade terakhir. Lahir di Tiongkok pada tahun 1947, Ann Hui pindah ke Hong Kong saat masih muda. Setelah lulus dari Universitas Hong Kong dengan gelar Sarjana Sastra Inggris dan Sastra Bandingan, ia melanjutkan studi selama dua tahun di London Film School. Sekembalinya ke Hong Kong, ia bekerja sebagai asisten sutradara King Hu sebelum bergabung dengan TVB untuk menyutradarai serial drama dan dokumenter pendek. Pada tahun 1978, ia menyutradarai tiga episode untuk serial RTHK Below the Lion Rock (1972). Setelah itu, ia membuat film debutnya, The Secret (1979) sebagai film yang membuat nama Ann Hui dikenal luas. 

Ann Hui sepanjang karirnya, telah menyutradarai sebanyak 47 film, beberapa diantaranya: 

  • Boat People (1982)
  • Summer Snow (1995)
  • Ordinary Heroes (1999)
  • July Rhapsody (2002)
  • A Simple Life (2011)
  • Our Time Will Come (2017)
  • The Place I Call Home (2019)
  • Septet: The Story of Hong Kong (2020)
  • Love After Love (2020)
  • Elegies (2023) 

Pesona film-film Ann Hui terletak pada minatnya yang mendalam terhadap sifat manusia, yang ia jelajahi dengan rasa ingin tahu dan kerendahan hati. Karyanya menggali inti keberadaan, mengajak penonton untuk merenungkan kompleksitas kehidupan. 

July Rhapsody: Potret Sunyi Krisis Dewasa yang Menggetarkan

Sinopsis: 

Dari luar, Lam tampak bangga dengan kehidupannya sebagai pengajar sastra Tiongkok di sekolah elit, dengan istri penyayang dan dua anak laki-laki. Namun jauh di dalam hatinya, pria berusia empat puluh tahun itu diliputi rasa kosong dan keinginan tak terpenuhi, dipicu oleh iri terhadap kesuksesan teman-temannya serta godaan seorang siswi genit. Kehadiran tiba-tiba mantan mentornya mengguncang keseimbangan hidup yang rapuh, memaksa Lam menghadapi kebenaran yang selama ini ia pendam dan menemukan cara baru untuk memaknai sisa hidupnya. 

  • Production Company: Filmko Pictures
  • Producer: Ann Hui, Derek Tung-Sing Yee
  • Scriptwriter: Ivy Ho
  • Cinematographer: Pun Leung Kwan
  • Production Designer: Lim-Chung Man
  • Editor: Chi-Leung Kwong
  • Main Cast: Jacky Cheung, Anita Mui, Karena Ka-Yan Lam, Eric Kot

Notable Achievement

  • Best Supporting Actress Golden Bauhinia Awards, China, 2003
  • Best Supporting Actress, Best Original Screenplay, Best New Performer Golden Horse Film Festival, Taiwan, 2002
  • Best Supporting Actress, Best New Performer, Best Screenplay, Hong Kong Film Awards, China, 2002
  • Best Actress Changchun Film Festival, China, 2002 

Diputar pada 30 November 2025, July Rhapsody menawarkan sebuah drama psikologis yang sunyi namun penuh intensitas. Film ini menyelami kehidupan seorang guru sastra yang berada di ambang krisis paruh baya, dihadapkan pada dinamika rumah tangga yang rapuh dan keterlibatan emosional yang ambigu dengan salah satu muridnya. 

Menontonnya di JAFF memberi kesan baru, terutama karena konteks kuratorial festival yang menekankan pembacaan sinema Asia melalui lensa pengalaman manusia. Dalam suasana pemutaran yang tenang, July Rhapsody terasa bagaikan arsip perasaan yang lama disimpan: getir, ragu, dan penuh lapisan yang tidak mudah untuk diurai. 

Secara personal, saya menangkap kembali kekuatan Ann Hui sebagai pengarah yang tidak pernah memaksakan dramatisasi berlebihan. Emosi dalam film ini muncul dari ruang-ruang kosong, dari jeda dalam dialog, dan dari pilihan tata kamera yang mengamati tokohnya dengan jarak yang intim namun tidak invasif. Film ini bukan sekadar drama mengenai hubungan guru dan murid, tetapi refleksi moral tentang usia, penyesalan, dan identitas yang tergelincir seiring waktu. 

A Simple Life: Humanisme yang Jernih dan Tulus

Sinopsis: 

Roger Leung, seorang produser film paruh baya, tinggal bersama Chung Chun-to, pembantu rumah tangga yang telah mengabdi pada keluarganya selama puluhan tahun. Saat Chung mengalami stroke, ia memilih pensiun dan tinggal di panti jompo. Roger mencarikannya tempat panti jompo milik temannya dan rutin menjenguknya di tengah kesibukan. Kedekatan mereka tumbuh, hingga Roger memperkenalkan Chung sebagai ibu angkatnya untuk menjelaskan kedekatan mereka kepada orang lain. Ia setia mendampingi Chung hingga hari terakhirnya. 

  • Production Company: Class Limited
  • Producer: Pui Wah CHAN, Ann HUI, Roger LEE
  • Scriptwriter: Susan CHAN, Roger LEE
  • Cinematographer: YU Lik-wai
  • Production Designer: Albert POON
  • Editor: KONG Chi-leung (HKSE), Manda WAI
  • Main Cast: Andy LAU, Deanie IP, QIN Hailu

Notable Achievement

  • Honorable Mention, Best Actress Venice Film Festival, Italy, 2011
  • Best Director, Best Leading Actor & Actress Golden Horse Awards 2011
  • Best Actress, People’s Choice Award Asian Film Awards 2012
  • Best Picture, Best Director, Best Screenplay, Best Actor, Best Actress Hong Kong Film Awards, Hong Kong, 2012

Pemutaran A Simple Life pada 1 Desember 2025 menghadirkan suasana yang jauh lebih lembut. Film ini mengikuti hubungan antara seorang produser film dan pengasuh keluarga yang sudah bekerja selama puluhan tahun. Di tangan Ann Hui, kisah tersebut berkembang menjadi potret relasi manusia yang tulus, dibangun dari perhatian pada detail-detail kecil dalam kehidupan sehari-hari. 

Dalam pengalaman menonton, film ini terasa sangat dekat. Kepekaan Ann Hui dalam menyentuh isu-isu usia lanjut, perawatan, dan ketulusan yang tidak sentimental membuat A Simple Life tetap relevan lebih dari satu dekade sejak rilisnya. Penonton JAFF merespons dengan hening yang khas—sebuah bentuk penghormatan terhadap film yang tidak pernah memaksa keharuan, tetapi justru meninggalkannya begitu saja pada kita.

Bagi saya pribadi, A Simple Life menunjukkan sisi lain dari Ann Hui: seorang sutradara yang menyalurkan empati dalam bentuk paling sederhana, namun paling berdampak.

Masterclass with Ann Hui: Membaca Kehidupan Sinema, Bukan Hanya Merekamnya

Ann Hui bersama dengan Monica Vanesa Tedja saat acara Masterclass, sebuah program spesial dari Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2025 yang diselenggarakan pada Senin (01/12) di Empire XXI Yogyakarta.
Foto: Dokumentasi Penulis
Ann Hui saat mempresentasikan beberapa filmography-nya dalam acara Masterclass yang diselenggarakan oleh Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2025.
Foto: Dokumentasi Penulis

Masterclass yang berlangsung setelah pemutaran A Simple Life menjadi ruang penting untuk memahami lebih jauh gagasan-gagasan yang membentuk praktik penyutradaraan Ann Hui. Masterclass ini memberikan kesempatan unik untuk menggali wawasan Ann Hui tentang berbagai aspek penyutradaraan, mulai dari keputusan pribadi untuk mengejar karir di dunia film hingga refleksi mendalam tentang tantangan dan kepuasan dalam karir jangka panjang. 

Diskusi juga mengeksplorasi bagaimana industri film telah berubah dari kemudahan produksi yang ditawarkan oleh teknologi modern hingga kesulitan menonjol di tengah lautan konten, serta bagaimana kemajuan teknologi telah membentuk proses kreatifnya. 

Ann Hui pada umumnya menerapkan dua opsi dalam penyutradaraan film; 1) hanya mengeksekusi sehingga naskah sudah dibuat secara orisinal oleh scriptwriter, dan 2) membuat cerita sendiri. Sutradara Hong Kong ini juga menyatakan bahwa, biasanya, ia hanya membutuhkan sekiranya satu bulan dalam pembuatan naskah film, 10 hari untuk eksekusi, dan tujuh hari untuk post-production

Pesan Ann Hui bagi filmmakers yang turut hadir dalam masterclass, salah satunya adalah jadilah orang yang siap, jika tidak dapat mempersiapkan segala hal dengan baik, tentu proyek akan terhambat bahkan tidak dapat terselesaikan atau terlalu lama dalam melakukan eksekusi. 

Melalui program ini, JAFF kembali menegaskan posisinya sebagai festival yang memberi ruang bagi sinema Asia untuk berdialog lintas generasi dan geografi. Kehadiran Ann Hui, lengkap dengan pemutaran film dan masterclass, bukan hanya menawarkan pengalaman sinematik, tetapi juga membuka percakapan lebih luas tentang pentingnya humanisme dalam sinema kontemporer. 

Tanda Tangan Ann Hui.
Foto: Dokumentasi Penulis

Kehadiran Ann Hui di JAFF 2025 menjadi penanda penting dalam program festival tahun ini: sebuah kesempatan untuk melihat kembali perjalanan panjang seorang sutradara perempuan Asia yang selama puluhan tahun konsisten mengamati dunia dengan empati yang mendalam. Kedua film yang diputar, July Rhapsody dan A Simple Life, tidak hanya memperkaya pengalaman menonton, tetapi juga memperluas pemahaman kita tentang keberagaman estetika dalam sinema Asia. 

Di tengah dinamika festival yang ramai, karya-karya Ann Hui justru mengajak kita berhenti sejenak, memperhatikan detail-detail kecil kehidupan, dan mempertanyakan kembali bagaimana kita membaca manusia. 

Baca Juga: Empat Musim Pertiwi Resmi Diluncurkan Pertama Kali di JAFF Market 2025: Perayaan Kolaborasi dan Masa Depan Perfilman Indonesia

Referensi

Share Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya