Review Novel Bukan Anjangsana (Majapahit): Cinta Tak Terbalas yang Kandas
novel bukan anjangsana

Saya ingin membagikan perasaan saya ketika membaca novel Bukan Anjangsana (Majapahit) karya Oktafiyakhn nama akun di Wattpad. Cerita yang pada saat itu saya baca ketika saya menginginkan suatu novel berbalut sejarah.

Novel ini menceritakan seorang gadis bernama Ashmita yang tiba tiba berada di suatu zaman. Benar dia berada di zaman lampau tepatnya di zaman saat seorang raja Majapahit memerintah. Raja Kertarajasa Jayawardhana, Sri Jayanegara. Raja yang penuh misteri bahkan hingga saat ini masih hangat diperdebatkan oleh para sejarawan.

Awal mula sebelum Ashmita berpindah waktu di dunia majapahit, ia merasa raganya terjatuh di bawah air sungai yang mengalir, namun setelah netranya dibuka ia merasa asing terutama dengan orang di depannya. Seseorang itu adalah Maharaja Jayanegara.

“Bagaimana bisa?”

“Bagaimana caranya dia pulang?”

“Untuk apa dia disini?”

Pertanyaan itu terus berputar di kepalanya.

Ashmita dibawa ke istana lebih tepatnya di istana milik sang raja Jawa pada masanya. Ia tak hanya sekadar menumpang melainkan bekerja menjadi dayang di istana, emban Ratu Indreswari.

Singkat cerita setelah lama Ashmita tinggal di istana yang dulu tempat baginya berteduh, dalam sekejap mata berubah menjadi ancaman.

Tentang Kertarajasa Jayawardhana atau bisa disebut Sri Jayanegara. Tentang perasaan asing yang hinggap. Tentang seorang gadis entah darimana yang berhasil mencuri hatinya. Benar beliau jatuh hati rupanya. Meski tak diungkapkan setidaknya Ashmita tetap berada di jangkauan netranya. Tetapi
sepertinya takdir berkata lain.

Istana berubah menjadi ancaman, paman Halayudha, pamannya sendiri yang memulai perpecahan ini semua. Mengubur rasa jatuh cinta seorang Raja Wilwatikta.

Setelah Ashmita mengetahui bahwa dia sudah tak disukai oleh paman si raja Jawa. Ia pun meminta Gajah Mada melarikan diri, di Badander untuk menghindar dari bangunan yang penuh akan kebohongan, menghindar dari Jayanegara.

Sepertinya takdir sedang asyik untuk bermain. Setelah lama tinggal di Bedander rupanya Raja Jayanegara ikut tinggal sebab kerajaan Majapahit sedang diserang oleh para pemberontak. Setelah pemberontakan sudah diredam dan kerajaan kembali seperti semula, Ashmita turut kembali ke kerajaan.

Tidak untuk Ashmita, kembalinya dia ke istana, ternyata untuk berpamitan pulang ke tempat ia seharusnya. Ashmita pulang setelah paman Halayudha meminta maaf kepada Ashmita. Dan itu
terakhir kali sang Raja Jawa melihat pujaan hati.

Apakah Raja Jayanegara tahu bahwa Ashmita bukan berasal dari dunianya? Tahu, ia bahkan mengerti saat Ashmita memasuki lorong hitam kembali ke dunianya. Bahkan setelah 9 tahun Ashmita tak berada di sisinya, Raja Jayanegara penguasa Wilwatikta tetap berharap, tetap mengingat kenangan bersama Ashmita, tetap mencintai hingga ajal menjemput dengan paksa.

Saya sangat berterima kasih kepada pencipta novel Bukan Anjangsana (Majapahit). Pesan yang selalu mengingatkan bahwa, manusia boleh merasakan jatuh hati, boleh berharap, tapi semua tidak bisa dimiliki. Jika bukan takdir maka ikhlaskan. Jika belum ikhlas simpan saja manusia istimewa di segala memori kita.

Menurut saya semua orang akan sangat suka dengan novel ini terutama pecinta novel sejarah yang dikemas dengan bumbu fiksi roman. Dan manusia yang masih menyimpan seseorang di pikiran maupun jiwa.

Share Artikel Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya